Clubbing At Ageha Club

Sabtu, 25 April 2015

Sesudah saya selesai menonton konser pentolan The Beatles, Paul Mc. Cartney di Tokyo Dome, saya janjian dengan Dee Dee untuk bertemu di Stasiun Suidobashi.
Karena terlalu lama menunggu dan saya ingin buang air besar. Maka saya mampir ke Mc. Donald beli minuman sekalian numpang ke toilet.
Tak lama kemudian Dee Dee pun muncul, setelah minum kopi dan ngobrol sedikit, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Shin Kiba untuk clubbing.
Tapi sangat disayangkan sebelum sampai di stasiun Shin Kiba, kereta berhenti dan waktu menunjukkan kalau jam operasional kereta telah berakhir.
Entah ada di stasiun mana waktu itu, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi.
Sampailah di Ageha…

Setelah memasukkan tas, jaket dan bawaan kami yang gak penting ke loker, kami pun membeli tiket yang pada hari itu tiket masuknya 3500 yen, tidak termasuk minum.
Memasuki club di Jepang harus menunjukkan ID card (Kartu Asuransi, Residence Card atau SIM) untuk klarifikasi umur, karena untuk usia dibawah umur memang dilarang keras masuk club.
Dan melewati pemeriksaan barang bawaan yang sangat ketat. Seluruh barang yang dibawa di kantong baju dan celana dikeluarkan termasuk HP, dompet dan lain-lain. Dompet pun isinya diperiksa, serta seluruh tubuh di geledah oleh pihak security club. Bahkan saya yang pakai topi pun, disuruh lepas topi saya.
Apakah di Indonesia juga begitu ya?? Seingat saya yang dulu sering dugem di Bali pemeriksaan tidak seketat di Jepang, malah lebih terkesan bebas sekali..
Kembali ke Jepang, di Ageha club terdapat 4 venue dan ada tempat seperti taman dimana kita bisa membeli makanan bila lapar. Tapi untuk membeli makanannya kita harus menukarkan uang kita dengan koin khusus seperti voucher.
Setelah mengisi perut yang lapar…Saya dan Dee Dee clubbing sampai matahari menampakkan dirinya.











Foto di atas saya ambil dari Official Facebook Page Ageha Club Tokyo

Setelah tidak tidur semalaman, perjalanan saya lanjutkan ke Tokyo Tower.

Leave a Reply