Kepolisian Di Jepang

Polisi Jepang

Saya mau berbagi cerita tentang kejadian 2 minggu yang lalu yang tidak sengaja membuat saya berurusan dengan Pak Polisi di sini.
Setiap sabtu malam, seperti biasa saya pergi ke gakkou (tempat saya belajar bahasa jepang di sini). Gakkou di mulai pukul 19:30 – 21:30 waktu jepang.
Saya terbiasa pulang agak larut bersama beberapa teman serumah & kadang sendirian dengan menaiki sepeda.
Di sini, khususnya di daerah tempat tinggal saya, pukul 21:30 jalanan sudah agak sepi & tempat belanja telah tutup, hanya jalan utama yang masih di lalui mobil.
Biasanya hanya kombini, pom bensin, tempat karaoke, tempat main game dan beberapa tempat makan yang buka 24 jam. Malam itu saya terpaksa pulang melewati jalanan sepi sendiri, walaupun sebenarnya takut karena gelap.
Saya mengayuh sepeda dengan cepat, berpapasan dengan seorang pengendara sepeda lain dari arah depan (saya sempat berfikir apakah itu orang indonesia salah satu teman gakkou karena banyak orang indonesia di tempat saya tinggal), saya memperlambat kayuhan kaki & tak lama orang tadi berbalik arah menjadi berada di samping saya, ternyata dia seorang lelaki.
Dia memulai pembicaraan dengan bertanya (saya arti kan percakapannya dengan mudah)
Dia: chotto kikitain desu..(bolehkah saya bertanya).
Saya: nan desuka? (Iya, ada apakah?)
Dia: kawairashii kara,, kekkon shite ! (Anda manis, menikahlah denganku) Dengan mimik muka kurang sopan.
Saya: ee !!! Naniii,, kowaiiii (hah apa!!! Takuuuutt) dan langsung kabur.
Dia: chotto matte .. Chotto matte (Terdengar teriakan dari arah belakang)
Pada waktu itu, jujur saya kaget & takut melihat muka lelaki itu, karena takut dia mengejar saya putuskan berbelok ke toko orang brazil yang masih buka.
Dengan tergesa-gesa & masih takut, saya berniat meminjam hp pemilik toko untuk menelpon ke orang rumah untuk menjemput saya.
Melihat saya ketakutan ibu pemilik toko bertanya kenapa?
Saya hanya menjawab di sana ada lelaki aneh & saya takut.
Dia memberitahu segerombolan orang2 brazil yg ada di situ & mereka meminta saya menunjukkan tempatnya, saya mengatakan bahwa saya tidak apa2, si ibu malah bilang ayo tunjukkan, nanti bukan kamu saja yg di ganggu.
Dengan terpaksa saya, seorang ibu2 juga 3 orang lelaki brazil menaiki mobil mencari lelaki aneh tadi, singkat cerita kami menemukan lelaki aneh itu, mobil langsung di parkir & ketika lelaki brazil keluar mobil lelaki aneh itu biasa saja, tetapi setelah melihat saya keluar mobil dia memutar balik sepedanya & 3 lelaki brazil tadi langsung mendekap lelaki itu.
Ibu2 tadi langsung menghakimi lelaki itu, dengan bahasa jepang yg lancar, apa yg kamu lakukan, beraninya menganggu orang luar negeri di sini, kamu gak punya ibu atau adik perempuan dll ternyata dia lelaki jepang.
Ibu tadi malah berinisiatif menelpon polisi, saya hanya bisa menuruti si ibu.
Selang beberapa menit 4-5 buah mobil polisi tiba, saya di tanyai KTP, kronologi kejadian, olah TKP ke tempat kejadian, dll saya juga di suruh jujur apakah ada yg di sentuh atau tidak, saya jawab tidak.
Akhirnya tanpa bisa menolak saya di bawa ke kantor polisi (kaya mimpi), saya di bawa ke ruangan yg hanya ada saya & seorang bapak polisi (seperti yang biasa saya lihat di film2) di interogasi, dipindahkan ke ruangan lain & di tanyai oleh bapak polisi yg berbeda.
Bapak polisi yg terakhir menulis laporan kejadian dengan menyanyai saya, pertanyaan yg paling engga banget menurut saya, apakah di indonesia belum pernah ada lelaki yg berkata seperti itu? (Menikahlah denganku) kesannya tuh kaya saya gak pernah punya seseorang yg special sampai berkata seperti itu kepada saya .__.# tapi maksud si bapak mungkin apakah kata2 seperti itu tidak lazim di katakan di negara anda?
Jelas tidak, masa iya orang baru ketemu ngajak nikah kan. saya sudah menahan kantuk & rasa ingin pipis dari tadi, si bapak masih menulis laporan panjang, saya di tawari minum kopi oleh bapak polisi dengan senyum manis dari luar ruangan, saya bilang tidak apa2 & terimakasih saja karena sebenarnya saya tidak minum kopi, si bapak malah bilang tidak usah malu2 karena ini kantor polisi (terus apa hubungannya? Dalam hati).
Sudah setengah 1 malam si bapak belum selesai juga menulis tangan laporannya, saya izin ke toilet & sepulang dari toilet si bapak polisi membawakan saya banana ore (susu rasa pisang) tahu saja saya sukanya minum susu (dalam hati).
Pukul 1:30 malam laporan baru selesai, terakhir si bapak berpesan agar saya hati2 dan lapor lagi kalau terjadi sesuatu, karena kami ingin orang luar negeri juga bisa tinggal dengan tenang di jepang dan katanya lelaki jepang itu sudah 2x di tangkap dengan kasus yg sama.
Sepeda yg dia bawa juga curian. Saya kaget & bertanya apakah lelaki itu tinggal di daerah sini?
Si bapak menjawab tidak perlu khawatir. Terakhir saya di beri kartu nama si bapak, alarm pengaman (yg biasa di gantung di tas anak SD di sini) senter, juga pulpen & pensil bergambar polisi (lumayan buat kenang2an).

Kenang-kenangan dari pak polisi

Saya di antar sampai depan pintu rumah, di jalan pak polisi bertanya, baru pertama ya ke kantor polisi? saya jawab iya pak, takut sama polisi?
Tidak, saya tahu polisi jepang baik2.
Arigatou kata si bapak dengan PD nya, aisshhhh 😐 .
Pesan terakhir si bapak lain kali main lagi ke kantor polisi ya ! Hehe saya hanya tertawa.
Kesan saya.. Memang polisi jepang mukanya baik2, terus pelayanannya, super sekali !
Kasus seperti itu di tangani dengan sangat serius, mungkin kebanyakan orang berfikir itu hal sepele.
Maaf ya ceritanya kepanjangan, terimakasih banyak buat yg baca sampai beres.
Oyasuminasai
13 Juni 2014
Penulis adalah admin page KdJ
-Nia Shiga-

Leave a Reply